• Sabtu, 4 Desember 2021

11 Siswa MTS Harapan Baru Cijeungjing Tewas Saat Susur Sungai Cileueur

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:18 WIB
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang terseret arus Sungai Cileueur.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi siswa MTs Harapan Baru Ciamis yang terseret arus Sungai Cileueur.

Bicaralah.com - Sebanyak 11 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tewas tenggelam saat susur sungai kegiatan Pramuka di Sungai Cileueur, Leuwi Ili Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jumat (15/10/2021).

Kepala Badan Search and Rescue (Basarnas) Bandung Deden Ridwansah mengatakan, menerima informasi pada pukul 17.20 WIB terkait peristiwa siswa MTs Harapan Baru tenggelam  saat tengah melakukan susur sungai.

Dari keterangan pihak sekolah, ada 150 siswa bersama para guru yang turun ke sungai. Saat kegiatan susur sungai itu, tiba-tiba arus kuat datang mendadak dari hulu sungai dan menghanyutkan para siswa.

"Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 150 orang siswa dan siswi MTs Harapan Baru Ciamis melakukan kegiatan susur sungai atau bersih-bersih sungai. Tiba-tiba beberapa siswa tenggelam di lokasi Leuwili," kata Deden.

Basarnas Bandung menerjunkan tim SAR dari Pos SAR Tasikmalaya untuk membantu pencarian dan pertolongan terhadap para korban. Hasil operasi SAR, tim berhasil mengevakuasi 11 korban yang hanyut dan tenggelam di Sungai Cileueur.

"Para korban ditemukan telah meninggal dunia antara lain, Aldo, Fatah, Candra Rizki, Alfian, Khansa, Dea Rizki, Aditya, Kafka, Fahrur, Fadzri, dan Siti Zahra," ujar Deden.

Total korban yang terseret arus sungai sebanyak 21 orang. Dari hasil operasi SAR yang dilakukan tim gabungan, 11 korban meninggal telah berhasil dievakuasi. Sedangkan 10 orang lain berhasil diselamatkan.

"Korban korban selamat yang dirawat di RSUD Ciamis yakni Yama dan Fasa. Sedangkan delapan korban selamat lainnya belum diketahui identitasnya," tutur Deden.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag M Ali Ramdhani mengatakan, pihaknya menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan minta kegiatan serupa kedepannya untuk dievaluasi dan ditiadakan.

"Kami sampaikan duka mendalam. Semoga keluarga para siswa tetap tabah dan sabar. Para siswa meninggal saat ikut proses pendidikan. InsyaAllah mereka syahid," katanya, dalam siaran tertulis, Jumat (15/10/2021).

Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler madrasah, khususnya giat yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap kematian.

"Keamanan dan keselamatan dalam kegiatan pembinaan madrasah harus menjadi perhatian dan prioritas utama. Giat yang berisiko tinggi harus benar-benar memperhatikan aspek keselamatan. Ini akan kita evaluasi," jelasnya.

Editor: Hendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Cupu Panjala Akan Dilaksanakan Malam Ini

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:27 WIB

Hindari Ganjil Genap, Wisatawan Memilih Jalur Alternatif

Minggu, 26 September 2021 | 12:58 WIB

Hilang 6 Hari, Pendaki Gunung Guntur Ditemukan Selamat

Sabtu, 25 September 2021 | 15:46 WIB

Aturan Ganjil Genap di Kawasan Pantai Sanur

Sabtu, 25 September 2021 | 15:23 WIB

Aparat Keamanan Terus Lakukan Evakuasi Warga di Kiwirok

Sabtu, 25 September 2021 | 11:45 WIB

Kuda Poni Ditangkap Saat Sedang Live Bugil di Medsos

Selasa, 21 September 2021 | 11:10 WIB
X