• Rabu, 27 Oktober 2021

Negara Bakal Tekor Karena Pemerintah Ngotot Gunakan APBN untuk Proyek Kereta Cepat

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 22:48 WIB
Pembangunan infrastruktur kereta cepat Bandung-Jakarta
Pembangunan infrastruktur kereta cepat Bandung-Jakarta

Bicaralah.com - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang rencananya akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dipastikan bakal membuat negara tekor.

"Jika diteruskan, proyek ini tidak akan laku dijual. Sebab selain ongkos bangunnya yang terlalu mahal, pemasukan tidak seimbang dibandingkan dengan biaya operasionalnya,” ujar pakar ekonomi, Fuad Bawazier, Selasa (12/10).

Fuad menjelaskan, hasil penjualan dari tiket kereta api cepat hanya seperempat dari total investasinya, sehingga negara tidak mengalami keuntungan besar dari proyek tersebut.

Baca Juga: Puteri Komarudin Ingatkan Jokowi Agar Tak Sembarangan Gunakan APBN Untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung

"Jika dijual lakunya paling 25 persen dari total investasi. Kira-kira seperti proyek jalan tol Cibitung-Cilincing yang biaya konstruksinya Rp 10,8 triliun dijual Rp 2,44 triliun atau hanya 23 persennya saja,” tukas Fuad Bawazier.

Baca Juga: Gelo, Pemerintah Anggap Wajar Anggaran Proyek Kereta Cepat Bengkak Hingga Rp 26 Triliun

Ketimbang punya ambisi membuat transportasi kereta cepat yang mahal, Fuad menyarankan pemerintah untuk emikirkan proyek infrastruktur yang lebih berguna dan menguntungkan bagi rakyat dan negara.

"Proyek-proyek infrastruktur memang dibutuhkan tapi tetap harus pakai perhitungan agar tidak membangkrutkan keuangan negara,” tandasnya.

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PRIMA Duga Pemerintah Terlibat dalam Bisnis Tes PCR

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:34 WIB

Janji Jokowi Ekonomi Meroket Cuma Omong Kosong

Senin, 18 Oktober 2021 | 10:54 WIB

PRIMA Desak Smelter Freeport Wajib di Papua

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:49 WIB

Haram Hukumnya Gunakan APBN untuk Kereta Cepat

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:05 WIB
X