• Sabtu, 4 Desember 2021

PRIMA Duga Pemerintah Terlibat dalam Bisnis Tes PCR

- Senin, 25 Oktober 2021 | 19:34 WIB
Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal
Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal

Bicaralah.com - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menduga pemerintah terlibat dalam bisnis layanan tes polymerase chain reaction (PCR) yang digunakan sebagai metode pemeriksaan virus SARS Co-2 (Covid-19).

Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal, mengatakan, dugaan itu muncul lantaran pemerintah seperti sengaja tidak mengintervensi harga tes PCR sejak awal.

Selain itu, sambung Alif, pemerintah juga terkesan melakukan pembiaran atas melambungnya harga tes PCR waktu awal-awal Covid-19 masuk ke Indonesia.

“Bisa jadi pemerintah ikut terlibat dan mengambil keuntungan dalam bisnis ini,” ungkap Alif dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: dr Tirta: Penularan di Pesawat Paling Rendah, Kok Ada Aturan Wajib PCR?

Sebelumnya, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemerintah akan menurunkan harga tes PCR 300 ribu rupiah.

Saat awal-awal pandemi, biaya tes PCR di Indonesia berada pada kisaran 900 rb rupiah sampai 1 juta rupiah ke atas.

Kemudian, Agustus lalu, karena banyak mendapat kritikan dari masyarakat, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menurunkan biaya tes PCR menjadi 495 ribu rupiah sampai 525 ribu rupiah.

Baca Juga: JoMan: Intruksi Mendagri Terkait PCR Beraroma Bisnis, Tito Karnavian Harus Mundur Dari Kabinet!

Alif menuding, terkait dengan ketidakpastian harga tes PCR ini ada kebohongan yang sistematis. Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya sudah mengetahui hal ini namun mereka hanya diam dan terkesan melegalkan kebohongan itu.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 6.026 Triliun

Senin, 15 November 2021 | 12:35 WIB

Pemerintah Harus Transparan Soal Harga Modal PCR

Senin, 8 November 2021 | 11:25 WIB
X