• Sabtu, 29 Januari 2022

Rizal Ramli: Kerusakan Alam Bukan Karena Climate Change, Tapi Ketidakadilan Pengelolaan Sumber Daya Alam

- Kamis, 18 November 2021 | 17:08 WIB
Tokoh nasional, Rizal Ramli
Tokoh nasional, Rizal Ramli

Bicaralah.com – Tokoh nasional, Rizal Ramli, menilai, isu perubahan iklim mendapat perhatian lebih bagi kaum milenial dan generasi Z atau di bawah 26 tahun, di Eropa di Amerika. Indikatornya, Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg, menjadi salah satu tokoh muda yang sangat berpengaruh karena memperjuangankan climate change.

“Greta itu kan masih kecil banget, tapi sangat berpengaruh, sangat dihormati, karena memang dia berjuang agar ada perlindungan terhadap climate, agar ini diperbaiki kualitasnya,” ujar Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Namun, mantan Anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu ingin memberi tagline baru soal ini. Seharusnya bukan climate change, tapi climate justice.

“Karena akibat pengelola sumber daya alam yang abal-abal, termasuk hutan dan lain-lain itu menciptakan sosial injustice, suhu lebih panas di beberapa provinsi, di Kalimantan banjir itu luar biasa, di Bromo itu tidak pernah banjir tapi terjadi banjir,” sambungnya.

Jadi, akibat pengelolaan sumber daya alam yang ugal-ugalan menciptakan sosial injustice, rakyat kebanjiran, lanjutnya, rakyat kehilangan sumber pendapatan dan lain-lain.

“Termasuk yang bekerja di tambang batubara, pekerjanya mungkin tidak ada perlindungan,” lanjut dia.

Dengan paradigma climate justice, diharapkan isu ini bukan hanya melihat dari segi teknis saja.

“Bukan hanya segi angka begini, suhu naik berapa, global warming atau apa, tapi kita kaitkan dengan social justice. Bahwa pengelolaan climate yang ugal-ugalan hanya menguntungkan industri, dan itu akan punya dampak sosial yang besar kepada generasi muda kita,” tutur Rizal Ramli yang juga Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.

Bisa dalam bentuk kualitas udara yang jelek di kota-kota besar. Kalau itu terjadi, maka anak-anak muda dari kecil bisa sakit macam-macam, sakit paru-paru dan lainnya.

“Jadi jor-joran dalam industri dan kebijakan lingkungan yang tidak bersahabat itu menimbulkan social injustice, menimbulkan masalah kesehatan dan lain lain. Karenanya, mari bersama-sama perjuangkan keadilan pengelolaan sumber daya alam,” Rizal menjelaskan.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi Rp 6.026 Triliun

Senin, 15 November 2021 | 12:35 WIB

Pemerintah Harus Transparan Soal Harga Modal PCR

Senin, 8 November 2021 | 11:25 WIB
X