• Sabtu, 4 Desember 2021

Polisi Tetapkan Enam Arwah Laskar FPI Sebagai Tersangka, Refly Harun: Agak Membingungkan

- Kamis, 4 Maret 2021 | 15:56 WIB
Refly Harun
Refly Harun

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengaku tak mengerti soal keputusan polisi menetapkan tersangka terhadap enam laskar FPI yang tewas. Untuk memastikan apakah terdapat hal serupa ia menanyakannya langsung kepada ahli hukum pidana.

“Agak membingungkan. Saya sempat telfon ahli hukum pidana. Saya tanya kira-kira pernah tidak ada sebuah preseden, mayat atau jenazah dijadikan tersangka. Dia bilang sependek pengetahuan saya tidak pernah,” kata Refly dalam video di channel miliknya yang berjudul "6 Arwah jadi tersangka" yang dilihat redaksi, Kamis (4/3/2021).

Menurut Refly, orang yang sudah meninggal tak bisa ditetapkan sebagai tersangka. Ia memberi contoh, seperti kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Soni Eranata alias Ustaz Maaher At Thuwailibi.

“Kasus pidana dan perdata beda. Perdata kalau meninggal bisa dialihkan pihak lain yang berhubungan. Kalau pidana individual responsibility. Gak lazim," kata Refly.

Sebagaimana diketahui, Bareskrim Polri menetapkan 6 anggota laskar FPI yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Tol Jakarta–Cikampek sebagai tersangka. Mereka dianggap telah melakukan penyerangan kepada aparat saat hendak ditangkap.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian menjelaskan, usai keenam almarhum laskar FPI itu ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya melakukan gelar perkara bersama Jaksa untuk diuji dan diteliti.

Keenam orang tersebut dikenakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang lain. Pasal itu dikenakan, karena mereka melawan, bahkan melepaskan tembakan kepada anggota Polri, saat hendak ditangkap.

Editor: bowo

Tags

Terkini

Kejagung Harus Berani Sikat Mafia Tanah dan Pelabuhan

Minggu, 14 November 2021 | 14:03 WIB
X