• Rabu, 29 September 2021

Kasus Suap Wali Kota Tanjung Balai Bukti KPK Tak Serius Tangani Kasus Korupsi!

- Jumat, 10 September 2021 | 13:51 WIB
Tanjungbalai
Tanjungbalai

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, bahwa dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam kasus suap Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial  dan eks penyidik KPK Robin Pattuju menujukkan adanya unsur mufakat kejahatan dalam menghalangi penyidikan.

Hal ini katanya terlihat dari konstruksi perkara Syahrial dan Robin. Sebagaimana diketahui, Lili sempat melakukan komunikasi dengan Syahrial.


"Terlihat betapa Azis Syamsuddin menguasai beberapa oknum di KPK, sehingga Azis dengan mudah melakukan permufakatan jahat dengan Robin Pattuju dan M Syahrial serta Lili Pintauli untuk menghalangi penyidikan beberapa kasus korupsi di KPK," tegasnya kepada wartawan hari ini di Jakarta.


Selain itu menurutnya, KPK terlihat tidak fokus pada unsur tersebut, karena Azis dan Lili tidak ditindak tegas meskipun dalam konstruksi kasus suap Robin  dan putusan Dewas KPK atas Lili menunjukkan praktik mafia peradilan yang harus diamputasi dari badan yang dipimpin oleh Firli Bahuri.


Bahkan, Petrus juga menyakini bahwa  Azis Syamsuddin memiliki peran sentral dalam kasus suap penyidik KPK ini. Sebab, Azis memfasilitasi pertemuan Syahrial dengan Robin sehingga terjadi suap pengurusan perkara namun statusnya masih sebatas saksi.


"Diduga telah terjadi permufakatan jahat untuk korupsi, suap, merintangi penyidikan kasus di KPK, dalam pertemuan itu. Bahkan terjadi tindak pidana secara berbarengan (samenloop)," ungkapnya.


Adapun Syahrial dan Robin menurutnya patut dijerat dengan pasal berlapis yaitu permufakatan jahat (Pasal 15 UU Tipikor), memberi/menerima suap (Pasal 5-14 UU Tipikor) dan bertemu pihak yang berperkara (Pasal 36 UU KPK Jo Pasal 55 KUHP). Namun dalam konstruksi kasus Syahrial dan Robin, KPK hanya mendakwa keduanya hanya dijerat dengan pasal suap.


"Ini suatu malapetaka bagi KPK di masa yang akan datang, karena terkesan melindungi pelaku korupsi," tukasnya.

Editor: Rosita Prastiwi

Terkini

Ngeriii, Harta Azis Syamsuddin Mencapai Ratusan Miliar

Jumat, 24 September 2021 | 21:10 WIB

KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin

Jumat, 24 September 2021 | 20:48 WIB

KPK Kembali Dalami Kasus Korupsi e-KTP

Jumat, 24 September 2021 | 13:21 WIB

Tok! Bupati Kolaka Timur Andy Merya Nur Kena OTT KPK

Rabu, 22 September 2021 | 09:42 WIB

Ustadz Alex Meninggal Karena Ditembak, PBNU: Usut Tuntas!

Minggu, 19 September 2021 | 09:10 WIB

Terpopuler

X