• Sabtu, 29 Januari 2022

Azis Syamsuddin Punya Delapan Orang di KPK yang Bisa Dikendalikan

- Senin, 4 Oktober 2021 | 16:14 WIB
Azis Syamsuddin
Azis Syamsuddin

Bicaralah.com - Sekda Kota Tanjungbalai, Yusmada, mengungkapkan, mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memiliki delapan orang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengamankan operasi tangkap tangan (OTT) atau perkara yang terkait dengannya. Yusmada mengetahui hal itu berdasarkan informasi dari Walikota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial.

Sebagaimana diketahui, Yusmada adalah tersangka di KPK. Dia tersangka terkait kasus jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Informasi yang dibeberkan Yusmada terungkap berawal ketika jaksa KPK bertanya soal 'orang-orang' Azis Syamsuddin di KPK sebagaimana diceritakan M Syahrial. Yusmada-pun mengakui pernah diberitahu Syahrial kalau Azis memiliki delapan orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis.

Kemudian jaksa pun membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Yusmada. Isinya, percakapan dengan Syahrial tentang 8 orang KPK tersebut.

"BAP nomor 19, paragraf 2, Saudara menerangkan bahwa M Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta. M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya 8 orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis OTT atau amankan perkara. Salah satunya, Robin," tutur jaksa dalam sidang dengan terdakwa AKP Robin dan Maskur Husain, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (4/10/2021).

Baca Juga: KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin

Jaksa pun mengatakan apa maksud kalimat 'mengamankan OTT dan pengamanan perkara Azis' yang disebut Syahrial saat itu. Namun Yusmada tidak mengetahui pasti.

"Terkait yang saudara dengar dari M Syahrial, itu Azis Syamsuddin ada amankan OTT dan pengamanan perkara, perkara apa?" tanya jaksa.

"Nggak ada disampaikan," jawab Yusmada.

Dia juga tidak tahu pasti maksud perkataan Syahrial mengatakan 'kepentingan Azis'. Dia mengatakan saat itu hanya Syahrial yang berbicara dia tidak menimpali dan mencari tahu lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Terkini

Kejagung Harus Berani Sikat Mafia Tanah dan Pelabuhan

Minggu, 14 November 2021 | 14:03 WIB
X