• Sabtu, 4 Desember 2021

Arsul Sani: Pinjol Ilegal Lebih Sadis dari Rentenir

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:33 WIB
Anggota Komisi III DPR-RI, Arsul Sani
Anggota Komisi III DPR-RI, Arsul Sani

Bicaralah.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani mengapresiasi Polri dalam membongkar sejumlah pinjaman online ilegal. Sebab, praktik ilegal itu lebih kejam dari rentenir.

"PPP mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya penindakan-penindakan yang dilakukan oleh Polri terhadap pinjol-pinjol liar yang hakekatnya merupakan rentenir yang lebih sadis dari pada rentenir tradisional yang kita kenal selama ini," ujar Arsul, Jumat (15/10/2021).

Bahkan, Arsul Sani mengaku bahwa pihaknya pernah mendapatkan aduan dari korban yang terjerat pinjaman online. Menurutnya, para korban pinjaman online biasanya terjerat bunga yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Polri Tangani 371 Kasus Pinjol Ilegal Sepanjang 2021

"Dari apa yang disampaikan oleh para korban ini, mereka terjerat pinjol yang tidak masuk akal dan jauh melewati batas-batas kewajaran dalam pengenaan bunga, denda dll-nya, serta dengan penagihan dengan model preman. Ada warga yang pinjamannya tidak lebih dari Rp 3 juta, tagihannya membengkak jadi lebih dari Rp 40 juta," tukas Arsul Sani.

"Karenanya sudah benar Polri mengambil tindakan tegas. Jika tidak maka secara masif masyarakat yang ekonominya lemah, apalagi setelah pandemi yang panjang akan menderita," sambung Arsul Sani.

Baca Juga: Para Pencari Keadilan Korban Pinjol dan Wajah Persidangan di Masa Pandemik

Meski demikian, Arsul berharap penegak hukum tidak hanya sebatas memproses para pinjol ilegal tersebut. Dia berharap agar tagihan yang tidak masuk akal terhadap masyarakat juga harus dihapuskan.

"PPP berharap agar jika kasus ini dibawa ke Pengadilan maka nanti pengadilan juga harus menghapus jumlah-jumlah tagihan yang tidak masuk akal. Kembalikan jumlah maksimumnya seperti yang diperbolehkan untuk pinjol resmi dan terdaftar di OJK," pungkas Arsul Sani.

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Terkini

Kejagung Harus Berani Sikat Mafia Tanah dan Pelabuhan

Minggu, 14 November 2021 | 14:03 WIB
X