• Sabtu, 29 Januari 2022

DPD RI Desak Pembentukan UU Fintech untuk Tertibkan Pinjol

- Rabu, 24 November 2021 | 12:18 WIB
Ilustrasi pinjaman online
Ilustrasi pinjaman online

Bicaralah.com - Komite IV DPD RI mendesak adanya pembentukan UU tentang Fintech sebagai upaya meminimalisir pinjaman online (Pinjol) illegal yang meresahkan banyak pihak.

Desakan itu disampaikan Komite IV DPD RI saat melakukan Kunjungan kerja di Bali dan bertemu dengan berbagai pihak, salah satunya OJK selaku mitra kerja yang memiliki otoritas melakukan pengawasan terhadap Pinjol, pada Selasa (22/11/2021).

Ketua Komite IV DPR RI, Sukriyanto mengatakan, kunjungan kerjanya kali ini adalah dalam rangka pengawasan UU 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, dengan fokus pada isu penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap lembaga keuangan lainnya seperti pinjaman online.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Kejahatan Kemanusiaan yang Harus Diberantas Sampai Tuntas

Dalam rapat yang digelar di kantor OJK Bali, Sukiryanto menyampaikan pentingnya pengawasan OJK terhadap keberadaan Pinjol.

"Pinjol ilegal marak dan tumbuh lebih subur dari pinjol legal tentunya meresahkan, sehingga perlu pengawasan yang ketat yang disertai dengan upaya meningkatkan edukasi literasi keuangan masyarakat," kata Sukriyanto melalui keterangan tertulis, Rabu (24/11/2021).

Ketua Satgas Waspada Investasi dari OJK Pusat, Tobing L. Tongam yang hadir menuturkan, permasalahan sulitnya menumpas pinjol illegal adalah karena operator pelaksana pinjol berada di luar negeri.

"Server ada di luar negeri sehingga sulit dimatikan, dan ini membuat satgas berkejaran dengan pelaku pinjol ilegal," tuturnya.

Baca Juga: Mahfud Md: Korban Pinjol Ilegal Tak Perlu Bayar Utang!

Tobing juga menyampaikan bahwa maraknya pinjol ilegal yang bermunculan, salah satunya disebabkan oleh aturan kemudahan perizinan berusaha melalui OSS (Online single Submission).

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Tags

Terkini

Kejagung Harus Berani Sikat Mafia Tanah dan Pelabuhan

Minggu, 14 November 2021 | 14:03 WIB
X