• Sabtu, 4 Desember 2021

Refly Harun Bilang Pembuat Gaduh Isu Presiden Tiga Periode Bukan Amien Rais, Benar Gak Sih?

- Kamis, 18 Maret 2021 | 14:27 WIB
Refly Harun
Refly Harun

Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, menengarai ada penggiringan opini publik terkait jabatan presiden tiga periode. Indikatornya, isu amandemen terhadap konstitusi menguat kembali. Pernyataan mantan Ketua Umum PAN itu-pun mengundang polemik.

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun berpendapat, sebenarnya bukan figur Amien Rais yang jadi biang gaduh.

Refly Harun, dalam tayangan Mata Najwa di Trans 7, Rabu, 17 Maret 2021 malam menguraikan pendapatnya.

“Saya tidak ingin percaya pada spekulasi tiga periode ini. Perubahan konstitusi itu biasanya tidak hampa politik,” katanya seperti dikutip dari tayangan di YouTube Najwa Shihab.

Contoh perubahan tidak hampa politik misalnya kata dia, di Thailand, Uni Soviet, Filipina.

Seperti di Indonesia pun saat era reformasi, dibuatlah Tap MPR. Sehingga sebuah pendapat tidak dapat ujug-ujug berujung perubahan konstitusi.

Pernyataan Refly pun lalu menyasar M. Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer yang tiba-tiba memasangkan Presiden Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto cocok maju di Pilpres 2024.

“Masalahnya ada orang seperti Qodari. Enggak ada angin enggak ada hujan, tiba-tiba ngomong Jokowi-Prabowo,” ujar Refly Harun.

Refly mengaku tak heran bahwa isu memasangkan duet Jokowi-Prabowo memang bukan hal baru. Pada 2019 misalnya isu serupa diembuskan dari politisi maupun anggota MPR.

“Surveyor ngomong begini kan agak meresahkan. Justru (kegaduhan) terakhir ini gara-gara omongan Qodari,” katanya.

Bicara perubahan konstitusi, Refly Harun menyatakan, itu memang kewenangan DPR MPR on the paper. Tetapi kalau pemerintah mau mengubah, itu bisa terjadi kapan saja.

“Yang bikin gaduh tuh Qodari bukan Pak Amien Rais . Karena kalau pernyataan Amien Rais itu pernyataan kubu so called oposisi. Dianggap begitu, ya sudah biasa Pak Amien,” ucap dia.

Kalau ini dari Qodari, sebagai pimpinan lembaga survei yang jasanya banyak digunakan koalisi istana, menurut Refly perlu jadi perhatian.

Dikhawatirkan, niat menjabat tiga periode memang tidak ada, tapi terdapat dorongan yang sangat kuat.

“Saya berharap kita tetap komit ke pembatasan masa jabatan yang merupakan mahkota reformasi. Mudah-mudahan dipegang terus. Orang-orang seperti Qodari itu kita matikan saja pendapatnya,” tandasnya.

Editor: bowo

Tags

Terkini

Pemerintah Perketat Pengawasan Prokes Jelang Nataru

Selasa, 2 November 2021 | 12:25 WIB

Tabrakan LRT Jabodetabek Diduga Akibat Human Error

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:52 WIB

43 Negara Kecam China Soal Uighur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:33 WIB
X