• Rabu, 29 September 2021

Rizal Ramli Benar, Ubedilah Badrun Bongkar Kebohongan Jokowi

- Rabu, 15 September 2021 | 11:11 WIB
analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun
analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun

Bicaralah.com - Saya kok tergelitik juga dengan pernyataan Rizal Ramli bahwa Jokowi layak dipolisikan karena bohong. BuzzerRp membully Rizal Ramli lalu coba saya cek benerkah pernyataan Rizal Ramli bahwa Jokowi bohong?

Setelah saya telusuri data dan faktanya termyata memang ada data dan fakta Jokowi berbohong. Diantaranya pada 1 Agustus 2016 di JEXPO Kemayoran Jakarta Jokowi mengatakan seperti ini : "Uang banyak sekali di luar. Data di saya ada, di Kemenkeu ada. Di situ dihitung ada 11 ribu triliun yang disimpan di luar. Di kantong saya beda lagi, lebih banyak".

Dari segi bahasa tekstual kalimat itu mengandung dua kebohongan. Pertama data Rp.11.000 triliun yang ada di luar negeri sampai saat ini tidak pernah dibuktikan rincian dan keberadaanya lalu dipublikasikan dihadapan publik. Kebohongan kedua Jokowi berkata .."di kantong saya beda lagi, lebih banyak ". Kata di kantong saya itu adalah kata yang mengadung kebohongan karena dikantong Jokowi saat itu tidak membawa uang triliunan rupiah apalagi kemudian berkata "...lebih banyak lagi" artinya lebih dari 11.000 triliun. Itu kebohongan yang nyata.

Diantara bukti lainya Jokowi berbohong adalah ketika pada 26 Maret 2021 melalui youtube sekretariat Presiden Jokowi mengatakan " Saya pastikan bahwa sampai bulan Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia. Kita tahu, sudah hampir tiga tahun ini kita tidak impor beras" .

Itu kalimat bohong Jokowi juga sebab saya cek data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2000 sampai 2019. Di mana Indonesia secara rutin melakukan impor beras. Bahkan jumlah impor beras pada 2018 tercatat yang paling banyak. Yakni, mencapai 2.253.824,5 ton atau senilai 1,03 miliar dolar AS. Pada 2019, jumlah impor beras turun drastis menjadi 444.508,8 ton. Saat itu, ada 8 negara yang mendatangkan beras ke Indonesia. Sementara pada 2020, volume impor beras mencapai 356 ribu ton.

Jadi narasi Rizal Ramli ada benarnya jika mengatakan Jokowi layak dipolisikan karena berbohong. Narasi layak dipolisikan itu maknanya layak jika ada yang melaporkan karena merasa dibohongi Jokowi. Jadi itu perkara harus ada yang melaporkan. Kata layak dipolisikan itu artinya pantas diperkarakan di meja hukum, problemnya sampai saat ini belum ada yang memperkarakan kebohongan Jokowi. Ini soal lain, tetapi kalimat Rizal Ramli justru menunjukan kebenaran. (Ubedilah Badrun/Analis Sosial Politik UNJ)

Editor: Muda Saleh

Tags

Terkini

Taliban Eksekusi Pemimpin ISIS-K Sejak Bulan Lalu

Selasa, 28 September 2021 | 10:52 WIB

ProDEM: Rapatkan Barisan Lawan PT Sentul City!

Sabtu, 25 September 2021 | 13:55 WIB

NFT, Jenis Aset Digital Paling Populer di Pasar

Jumat, 24 September 2021 | 14:54 WIB

Vaksinasi di Depok Capai 60 Persen dari 1,6 Juta Jiwa

Kamis, 23 September 2021 | 19:51 WIB

Alami Pendarahan Otak, Tukul Arwana Dilarikan ke RS

Kamis, 23 September 2021 | 09:59 WIB

Anak-anak Sudah Boleh Masuk Mal, Tapi...?

Selasa, 21 September 2021 | 13:50 WIB

Menjadi Sasaran Aksi Vandalisme, Tugu Sepatu Nasibmu Kini

Selasa, 21 September 2021 | 09:40 WIB

Terpopuler

X