• Rabu, 27 Oktober 2021

Viral, Video Santri Tutup Telinga Saat Akan Mendapatkan Vaksin

- Kamis, 16 September 2021 | 10:49 WIB
Santri Tutup Telinga
Santri Tutup Telinga

Bicaralah.com - Sempat viral di media sosial video sejumlah santri yang terlihat menutup telinga saat mendengar musik di lokasi vaksinasi virus corona (Covid-19). Sebagian warganet lantas melabeli ustaz dan para santri yang menutup telinga sebagai kelompok radikal.

Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono turut mengunggah video itu di akun Instagramnya disertai kritik.

"Kasian, dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There's nothing wrong to have a bit of fun !!" kata Diaz lewat akun Instagram @diaz.hendropriyono, Selasa (14/9).

Namun, menurut Yenny Wahid, santri yang dinarasikan menutup telinga saat ada musik bukanlah indikator bahwa mereka radikal.

Yenny menyampaikan dua catatannya di akun Instagram-nya @yennywahid. 

  1. Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya tetapi juga orang-orang disekelilingnya dari ancaman covid 19.
  2. Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah. kawan baik saya, Gus Fatir dari pesantren @ponpespi_alkenaniyah belajar menghafal AlQuran sejak usia 5 th. Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran. Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Quran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal.

Yandri Susanto juga ikut memberikan himbauan kepada semua pihak agar tidak melabeli radikal terhadap para santri yang menutup telinga saat mendengar musik.

"Jangan gampang melabeli orang lain radikal lah. Itu sikap yang biasa. Mereka santri penghafal al-Quran. Wajar saja jika ingin memilih fokus pada hafalannya dan tidak mau mendengar musik. Itu hak mereka," kata Ketua Komisi VIII DPR RI ini dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah meminta masyarakat tidak memanaskan isu tentang santri yang menutup telinga saat musik berputar.

"Ini, kan, sekadar pilihan saja. Jadi, tidak perlu dijadikan isu tertentu apalagi perdebatan di masyarakat," kata Ikhsan

perilaku menutup kuping saat terdengar lagu hanya merupakan satu segmen yang berbeda. Terlebih, sama sekali tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan hingga bisa disebut radikalisme. 

Halaman:

Editor: Hendra

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tabrakan LRT Jabodetabek Diduga Akibat Human Error

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:52 WIB

43 Negara Kecam China Soal Uighur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:33 WIB

Nigeria Berduka Atas Wafatnya Colin Powell

Rabu, 20 Oktober 2021 | 13:28 WIB

Suami Atlet Kenya Agnes Tirop Dibekuk Polisi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 12:38 WIB
X