• Sabtu, 4 Desember 2021

Dua Menteri Israel Temui Presiden Palestina di Ramallah

- Senin, 4 Oktober 2021 | 10:47 WIB
Presiden Palestina, Mahmoed Abbas saat menerima delegasi pemerintah Israel di Ramallah
Presiden Palestina, Mahmoed Abbas saat menerima delegasi pemerintah Israel di Ramallah

Bicaralah.com - Dua Menteri Israel temui Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah pada Minggu malam (3/10/2021). Pertemuan itu ali kedua antarakedua belah pihak dalam sebulan terakhir.

Dua Menteri Israel itu adalah Menteri Kesehatan Nitzan Horowitz, Menteri Kerjasama Regional Issawi Freij dan wakilnya Michal Rozin. Semua berasal dari partai sayap kiri Meretz, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan.

Kantor berita Palestina, Wafa melaporkan, Abbas menyampaikan beberapa hal kepada pihak Israel.

"Presiden menggarisbawahi pentingnya mengakhiri pendudukan Israel dan mencapai perdamaian yang adil dan global sesuai dengan resolusi internasional," tulis Wafa.

Abbas juga menekankan perlunya untuk mengakhiri permukiman Israel, dan untuk mengakhiri pengusiran paksa keluarga Palestina dari berbagai bagian Yerusalem Timur yang diduduki.

Sementara itu, para delegasi Israel menegaskan kembali dukungan mereka untuk solusi dua negara untuk konflik, untuk negara Palestina yang merdeka dan kebutuhan untuk membangun kepercayaan antara kedua belah pihak.

"Kami memiliki misi yang sama. Untuk menjaga harapan perdamaian yang didasarkan pada solusi dua negara," tulis Horowitz kemudian di Twitter, sembari mengunggah fotonya bersama Abbas.

Pemimpin Meretz, Horowitz, telah dikritik keras oleh sayap kanan di Israel atas pertemuannya dengan Abbas.

Pada akhir Agustus, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengunjungi markas Otoritas Palestina untuk berbicara dengan Abbas, pertemuan resmi pertama di tingkat ini dalam beberapa tahun.

Tetapi setelah pembicaraan itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan bahwa tidak ada proses perdamaian yang sedang berlangsung dengan Palestina, dan tidak akan ada satu pun yang dilakukan.

Pertemuan pada Minggu terjadi ketika para pemimpin gerakan Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, mengadakan pembicaraan di ibukota Mesir, Kairo, mengenai kemungkinan pertukaran tahanan dengan Israel.

Berbicara di Majelis Umum PBB pada 24 September lalu, Abbas memberi Israel satu tahun untuk menarik diri dari wilayah yang diduduki, jika gagal dia tidak akan lagi mengakui Israel berdasarkan perbatasan 1967.

Israel secara ilegal mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan menganggap semua kota sebagai ibukotanya. Palestina sendiri ingin Yerusalem Timur menjadi ibukota negara.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Sumber: Wafa

Tags

Terkini

Pemerintah Perketat Pengawasan Prokes Jelang Nataru

Selasa, 2 November 2021 | 12:25 WIB

Tabrakan LRT Jabodetabek Diduga Akibat Human Error

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:52 WIB

43 Negara Kecam China Soal Uighur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:33 WIB
X