• Sabtu, 4 Desember 2021

Puluhan Gerilyawan Boko Haram Tewas Diserang Pasukan Militer Nigeria

- Senin, 18 Oktober 2021 | 11:32 WIB

Bicaralah.com - Puluhan gerilyawan Boko Haram tewas setelah diserang pasukan militer Nigeria selama dua hari berturut-turut pada akhir pekan ini. Pertempuran itu terjadi menyusul serangan kelompok itu atas Kota Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno.

Militer yang berusaha merebut kembali kota itu, mengadakan perlawanan ketat dengan mengerahkan seluruh barisannya, setelah kelompok itu menyerbu ratusan rumah penduduk di pinggiran kota metropolitan itu pada Jumat dan Sabtu (15-16/10).

Sahara Reporters melaporkan pada Minggu (17/10/2021), tiga tentara Nigeria dan 20 gerilyawan Boko Haram tewas dalam pertempuran sengit itu.

Saat tentara melawan pemberontak, helikopter tempur Angkatan Udara dikerahkan bersamaan dengan terdengarnya ledakan berat dan tembakan yang diluncurkan kelompok itu.

Suara-suara mengerikan itu membuat takut warga yang mencoba menyelamatkan diri ke tempat aman bersama seluruh anggota keluarganya sambil terus berdoa.

“Kami tidak bisa tidur. Tetangga saya lari bersama keluarganya ke rumah saya. Kami semua duduk sampai pagi. Itu mengingatkan kami pada semua masa lalu karena untuk beberapa waktu sekarang kami belum pernah mendengar pengalaman seperti itu di Maiduguri,” kisah salah seorang warga, sebut saja Saleh, dilansir Daily Post.

Insiden itu terjadi beberapa jam setelah tentara Nigeria di Banki Junction, di wilayah negara bagian Kumshe, berhasil menghalau penyergapan yang dilakukan oleh teroris Boko Haram.

Setidaknya tujuh elemen Negara Islam Provinsi Afrika Barat (ISWAP) dilaporkan dinetralkan oleh militer Nigeria. Berbagai macam senjata milik para pemberontak disita dalam proses tersebut.

Boko Haram dan ISWAP telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang mengungsi di Nigeria Timur Laut.

Militer Nigeria telah berulang kali mengklaim bahwa mereka telah berhasil mengalahkan pemberontakan.

Dalam beberapa bulan terakhir, tentara menjadi sasaran gerilyawan. Lebih dari 500 tentara dan perwira dilaporkan tewas sejak Januari 2021.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Sumber: Daily Post, Sahara Reporters

Tags

Terkini

Pemerintah Perketat Pengawasan Prokes Jelang Nataru

Selasa, 2 November 2021 | 12:25 WIB

Tabrakan LRT Jabodetabek Diduga Akibat Human Error

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:30 WIB

Sabar Menanti Pemerintah Minta Maaf

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 12:52 WIB

43 Negara Kecam China Soal Uighur

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:33 WIB
X