• Rabu, 29 September 2021

Penyerobotan Tanah Warga Oleh Sentul City Bukti Oligarki Mampu Perdayai Penguasa

- Selasa, 14 September 2021 | 23:42 WIB
Pemilik Sentul City, Cahyadi Kumala alias Swee Teng
Pemilik Sentul City, Cahyadi Kumala alias Swee Teng

Bicaralah.com - Penggusuran tanah milik pengamat politik Rocky Gerung dan beberapa warga di Sentul, Bogor, Jawa Barat oleh pihak Sentul City yang dibantu preman dan aparat keamanan menjadi fakta yang terelakan bahwa oligarki telah berhasil mengendalikan penguasa.

Strategi Swee Teng, selaku pemilik Sentul City yang juga bagian dari oligarki untuk menguasai lahan milik warga adalah menjalin relasi dengan pejabat dan aparat keamanan.

Salah satu pola yang dilakukan Swee Teng untuk menjalin hubungan dengan pejabat guna melanggengkan bisnisnya adalah menghibahkan sebagian lahan untuk BNPT, Lemhanas, Mabes Polri. Selain itu, mantan narapidana kasus suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor itu-pun mengakomodir mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan sebagan Presiden Komisaris di Sentul City.

"Soal ternyata kemudian ada mantan komisioner KPK jadi Preskom perusahaan dan ada lahan yang diberikan pada aparat negara itu sesungguhnya pola relasi oligarki untuk menjaga kepentinganya sekaligus pola kendali oligarki terhadap penguasa. Jadi apa yang terjadi dalam kasus Rocky Gerung sulit dihindari ada makna politisnya," ujar Analis Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubeidilah Badrun, Selasa (14/9/2021).

Padahal, menurut Ubeidilah, Rocky Gerung dan ribuan penduduk di Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11 Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor memiliki hak atas tanah.

"Ia (red. Rocky Gerung) membelinya secara legal dari penggarap bernama Andi Junaedi 10 tahun lalu dengan Akta Jual Beli (AJB) yang sah secara hukum. Bahkan, ia juga mengaku dirinya pernah mengajukan sertifikat ke BPN, tetapi ditolak karena lahan itu merupakan tanah negara yang dikuasai PTPN. Rocky Gerung secara legal memiliki AJB dan Surat Tanah Garapan atas tanah di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor," tutur Ubeidilah.

Jika merujuk pada hukum tanah yang berlaku di Indonesia, Ubeidilah menilai, Rocky Gerung dan warga yang memiliki AJB mempunyai kekuatan hukum atas kepemilikan tanahnya.

Dengan demikian, kata Ubeidilah, wajar saja apabila publik patut bertanya dalam soal ini karena beritanya sudah menjadi konsumsi media.

"Sebagai bagian dari publik saya boleh bertanya dong bagaimana Sentul City bisa mengklaim tanah negara sebagai tanahnya? Jika mengklaim punya hak guna bangunan (HGB) pertanyaanya adalah Sentul City itu punya HGB bagaimana ceritanya status tanahnya masih dipersoalkan oleh Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kok?" tukas Ubeidilah.

Tentu, sambung Ubeidilah, sejumlah tanda tanya itu membuka ruang kemungkinan adanya makna politis dibalik penguasaan Sentul City atas tanah di Kampung Gunung Batu yang kebetulan tanah tersebut ada yang milik Rocky Gerung yang selama ini berseberangan dengan pemerintah yang sedang berkuasa.

Halaman:

Editor: Triwibowo Santoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR: Pemilihan Panglima TNI Tidak Berdasarkan Politik

Senin, 20 September 2021 | 14:05 WIB

PDIP Ungkit Sumpah Jabatan Joko Widodo Hanya Dua Periode

Sabtu, 18 September 2021 | 12:13 WIB

Sindiran Keras HNW Soal Wacana Tambah Jabatan Presiden!

Sabtu, 11 September 2021 | 16:05 WIB

Megawati: Hasto Menangis di Depan Saya

Jumat, 10 September 2021 | 18:06 WIB

Kritik Pemerintah Dianggap Perlawanan, Ini Kata AHY

Jumat, 10 September 2021 | 07:49 WIB

Terpopuler

X