• Sabtu, 4 Desember 2021

Peta Politik di Sumsel Berubah Usai KPK Cokok Dodi Reza

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:57 WIB
Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex (DRA) saat dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan
Bupati Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex (DRA) saat dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan

Bicaralah.com - Peta politik di Provinsi Sumatera Selatan mengalami perubahan usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cokok Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin.

"Kalau untuk tingkat provinsi, peta politik Sumsel ini dengan kejadian OTT Dodi, maka berubah. Dulunya, kutub Golkar dengan Dodi-nya dan Kutub Nasdem dengan koalisi HD (Herman Deru) incumbent diperbincangkan, dan ini pasti berubah," ujar Sekretaris DPW PAN Sumsel, Joncik Muhammad, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Dodi Reza Alex Noerdin Terjaring OTT KPK?

Bupati Kabupaten Empat Lawang ini menuturkan, sejumlah pengamat menganggap dengan tergelincirnya Dodi akan memuluskan posisi petahana Gubernur Sumsel. Namun, situasi itu tidak bisa jadi jaminan, karena Pemilihan Gubernur (Pilgub) masih berlangsung 3 tahun lagi.

"Jangan lupa Pilgub masih tiga tahun lagi, dan politik itu perkembangannya bukan tahun, tapi sangat cepat, malah menit dan per detik bisa berubah. Mungkin bisa bermunculan Ishak Mekki, ESP, SN Prana Putra Sohe, Iskandar, Agung Firman, dan sebagainya," tukasnya, dilansir RMOLSumsel.

Joncik menilai, bila melihat nama- nama bermunculan, bisa saja ada sosok baru nantinya yang bisa bersaing dengan Herman Deru, sesuai pendapat pengamat politik yang ada.

"Ia punya kekuatan popularitas, modalitas dan jaringan yang sudah dibangun. Itu bisa jadi, kalau betul (Ketua BPK RI Agung Firman) yang akan berakhir tahun depan, maka peta politik bisa berubah di Sumsel, karena mau tidak mau pasti mengarah juga ke situ. Karena ada peran sang ayah, adik, dan lainnya. Apalagi ada kekuatan finansial, dan jaringan," paparnya.

Baca Juga: KPK Gelar OTT di Musi Banyuasin

Pilgub Sumsel 2024 mendatang pun dinilai akan semakin menarik. Karena tidak hanya satu pasangan calon yang ada, melainkan bisa tiga pasangan calon

"Bisa Herman Deru yang pasangan lama atau baru, Agung dengan wakilnya, termasuk mungkin muncul poros ketiga. Jadi lihat perkembangan Pilkada Sumsel masih tiga tahun lagi dan siapa sangka Dodi akan berakhir seperti ini dan kita lihat perkembangan dan politik Sumsel akan menarik baik provinsi, kabupaten/ kota," katanya.

Halaman:

Editor: Tri Wibowo Santoso

Sumber: Rmol.id

Tags

Terkini

X